Sunday, March 29, 2015

Lorenzo Akan Tetap Berusaha Incar Podium

Lorenzo Akan Tetap Berusaha Incar Podium

Lazuhardianto - detikSport

Lorenzo Akan Tetap Berusaha Incar Podium 
 
 Mirco Lazzari gp/Getty Images
Losail - Rider Movistar Yamaha Jorge Lorenzo tidak terlalu optimistis dengan peluangnya di MotoGP Qatar, meskipun menegaskan masih akan tetap berusaha memburu podium.

Lorenzo menjadi pebalap Yamaha dengan waktu tercepat dalam sesi kualifikasi di Losail, Minggu (29/3/2015) dinihari WIB, dengan berada di posisi enam terpaut nyaris 0,6 detik dari rider Ducati Andrea Dovizioso yang mencatat waktu tercepat.

Hasil tersebut jelas membuat Lorenzo kecewa. Meski belum patah arang mengejar podium, ia juga menilai bahwa motornya saat ini masih memiliki kekurangan-kekurangan dibandingkan para pesaing lainnya.

"Sulit, tapi bukannya mustahil. Aku sudah melihat hal-hal aneh terjadi dalam balapan. Anda harus selalu berusaha positif dan memikirkan gambaran besarnya, dan podium masih memungkinkan dan itulah tujuanku," kata Lorenzo di Crash.

"Kami sudah tahu akan sulit di kualifikasi, tapi kami akhirnya bisa mendapat tempat terakhir di baris kedua. Aku tidak membuat putaran sempurna, aku pikir bisa sedikit lebih cepat tapi kami membuat beberapa kesalahan. Saat pemanasan nanti kami akan membuat sejumlah pemanasan untuk mencari sesuatu pada saat-saat terakhir, tapi balapan ini akan sulit buat kami. Aku akan berusaha membalap dan berkendara sebaik mungkin."

"Sepertinya tarmac yang kurang menggigit sudah sedikit mempengaruhi motor kami. Tapi kami juga masih kekurangan di sejumlah area; pengereman, membelok di tengah-tengah tikungan, traksi saat hendak keluar dari tikungan, dan juga kecepatan maksimal. Kami tidak jadi yang tertangguh di sektor mana pun itulah masalahnya," beber Lorenzo.

Rossi Menangi Seri Pembuka MotoGP 2015

Rossi Menangi Seri Pembuka MotoGP 2015

Lazuhardianto- detikSport

Rossi Menangi Seri Pembuka MotoGP 2015 
 
 Mirco Lazzari gp/Getty Images
Losail - MotoGP Qatar yang jadi seri pembuka musim 2015 berlangsung seru. Valentino Rossi jadi juara pada race ini setelah menjalani duel sangat sengit dengan Andrea Dovizioso.

Di Sirkuit Losail, Senin (30/3/2015) dinihari WIB, balapan didominasi oleh dua tim yakni Yamaha dan Ducati. Dovizioso terlibat duel sengit dengan Jorge Lorenzo hampir di sepanjang balapan, namun ternyata Rossi mampu menyodok saat balapan tinggal tersisa empat putaran dan menciptakan duel duo rider Italia.

Saling susul antara Rossi dengan Dovizioso berulang terjadi di empat lap akhir tersebut. Meski selalu kalah di lintasan lurus oleh tenaga motor Ducati, Valentino 'The Doctor' Rossi pada akhirnya bisa menyentuh garis finis paling cepat.

Dua podium terakhir menjadi milik Ducati: Dovizioso di tangga kedua dan Andrea Iannone di posisi tiga. Lorenzo yang sempat memimpin balapan pada akhirnya harus puas denga posisi empat.

Nasib kurang baik didapat Marc Marquez setelah dia keluar lintasan di awal balapan. Juara dunia dua musim terakhir itu bisa terus memperbaiki posisinya, namun di akhir balapan dia akhirnya harus puas dengan posisi lima.

Rossi Memimpin Italiano Sapu Bersih Podium Losail



Rossi Memimpin Italiano Sapu Bersih Podium Losail

Lazuhardianto- detikSport
Rossi Memimpin Italiano Sapu Bersih Podium Losail  
 
KARIM JAAAFAR/AFP/Getty Images
Losail - Valentino Rossi mengalahkan Andrea Dovizioso dalam balapan seru yang tersaji di MotoGP Qatar. Sukses Andrea Iannone menuntaskan race di posisi tiga membuat podium disapu bersih rider-rider asal Italia.

Balapan pembuka MotoGP 2015 berlangsung sengit di Sirkuit Losail, Senin (30/3/2015) dinihari WIB. Beberapa duel terjadi melibatkan empat pebalap dari Yamaha dan Ducati sejak lap-lap awal dan terus bertahan hingga menyentuh garis finis.

Setelah terlibat persaingan sangat sengit dengan Dovizioso, Valentino Rossi tampil sebagai pemenang dalam race ini. Juga harus bersusah paya merebut posisi tiga adalah Iannone yang mengalahkan Jorge Lorenzo.

Keberadaan tiga pebalap Italia di atas podium MotoGP menorehkan catatan khusus. Opta mencatat kalau ini adalah kali pertama dalam sekitar sembilan tahun terakhir ada tiga orang Italia di atas podium motoGP. Kali terakhir itu terjadi adalah di MotoGP Jepang tahun 2006.

Ketika itu tampil jadi juara di Sirkuit Motegi adalah Loris Capirossi yang menunggang Ducati. Sementara posisi kedua jadi kepunyaan Rossi dengan Yamaha-nya dan Marco Melandri yang memacu Honda.

Dalam beberapa musim terakhir podium MotoGP lebih sering diisi orang Spanyol. Jorge Lorenzo, Marc Marquez dan bahkan Dani Pedrosa bergantian mengisi podium. Di sisi lain Rossi juga terpuruk dan baru dua musim terakhir lalu bangkit kembali setelah memperkuat Yamaha.

The Doctor dalam Performa Terbaiknya


The Doctor dalam Performa Terbaiknya

Lazuhardianto - detikSport
The Doctor dalam Performa Terbaiknya  
 
KARIM JAAAFAR/AFP/Getty Images
Losail - Memulai balapan dari urutan delapan, perlahan naik ke posisi empat, dan kemudian menyodok ke urutan terdepan setelah menjalani duel sengit dengan Ducati. Valentino Rossi dalam performa terbaiknya di MotoGP Qatar.

Setelah di musim 2014 merebut status runner up, Rossi mengawali tahun 2015 dengan cara terbaik yang bisa dia lakukan. Di Sirkuit Losail, Senin (30/3/2015) dinihari WIB dia memenangi duel sengit dengan Andrea Dovizioso dan mengukuhkan dirinya sebagai kampiun di seri pembuka, MotoGP Qatar 2015.

Rossi meraih kemenangannya dengan cara yang spesial. Tak banyak yang memprediksikannya bakal menang karena The Doctor cuma dapat posisi start delapan.

Di tengah lomba, Rossi yang sukses menanjak posisinya sepertinya sudah akan puas menuntasan balapan di posisi empat (di belakang Lorenzo, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone). Namun di 1/3 balapan terakhir dia bisa masuk posisi tiga dan dilanjutkan dengan menyalip Lorenzo untuk dapat posisi dua.

Saat balapan tinggal tersisa empat lap Rossi berhasil berada di depan untuk kali pertama. Rossi dan Dovizioso kemudian berulang kali saling susul di posisi paling depan. Memanfaatkan pengalaman yang dipunya, rider asal Italia berusia 36 tahun itu akhirnya mencatat kemenangan perdana di musim ini.

"Saya sudah mengatakan ini berulang-ulang, tapi buat saya inu adalah salah satu yang terbaik," sahut Rossi mengomentari jalannya balapan.

Sanjungan pada Rossi datang dari bos Yamaha, Lin Jarvis. Pertunjukkan adu kencang Rossi atas duo Ducati dianggap sebagai salah satu penampilan terbaik rider 36 tahun itu.

"Itu adalah Valentino di penampilan terbaiknya. Sebuah comeback sensassional dari posisi delapan di awal lomba...dia melakukannya dengan luar biasa baik," sahut Jarvis di Reuters.

Dovizioso: Sangat Sulit Mengikuti Rossi


Dovizioso: Sangat Sulit Mengikuti Rossi


Dovizioso: Sangat Sulit Mengikuti Rossi  
 
Mirco Lazzari gp/Getty Images
Losail - Andrea Dovizioso melakukan duel hebat dengan duo Yamaha di MotoGP Qatar. Berhasil unggul atas Jorge Lorenzo, dia kalah dan harus mengakui keunggulan Valentino Rossi.

Dovizioso punya peluang besar menjuarai MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, Senin (30/3/2015) dinihari WIB. Memulai balapan dari posisi terdepan dia berhasil mempertahankannya saat start. Di sepajang balapan yang berjumlah 22 putaran, Dovizioso tidak pernah keluar dari dua besar. Duel sengit dia jalani dengan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

Dari 22 lap yang dijalani, 18 di antaranya dilakoni Dovizioso berduel dengan Lorenzo. Saling susul berulang kali terjadi, namun Dovizioso masih bisa menjaga posisi terdepan yang dia punya.

Sementara duel dengan Rossi terjadi mulai empat lap terakhir. Di periode yang singkat itu Dovi dan The Doctor kembali terlibat duel sengit dengan saling susul terus terjadi. Pada akhirnya Rossi keluar sebagai juara di balapan pembuka musim ini.

"Itu sangat sulit untuk mengikuti Valentino dan bertarung dengannya. Yang kami punya tidaklah cukup, tapi kami sangat bergembira. Sangat menyenangkan untuk bisa kembali bertarung memperebutkan kemenangan dan sebagai pebalap ini adalah hal yang ingin Anda rasakan sebanyak mungkin," lanjut Dovizioso usai balapan.

"Sangat menyenangkan buat saya finis bersama Valentino dan saya berupaya sampai 100%, terutama saat melakukan overtaking. Kami melakukan overtaking yang agresif tapi dalam batasan aman, yang mana saya menyukainya. Tapi di lap terakhir saya tidak bisa menyusul Valentino karena meski motor Ducati sangat cepat di lintasan lurus saya gagal berada di depan saat keluar dari tikungan," lanjut rider asal Italia itu di Crash.

Ducati GP15 tampil perkasa di lintasan lurus. Berulang kali Dovizioso dan Andrea Iannone memanfaatkan keunggulan tersebut untuk mendahului pesaing-pesainnya.

"Saya tahu setelah beberapa tikungan kami punya traksi yang lebih baik dan mencoba mencatatkan waktu lap terakhir dengan menggunakan ban yang benar-benar habis, tapi itu tak cukup."

"Tapi saya tidak bisa melupakan fakta bahwa ini merupakan motor yang baru buat kami dan finis satu per sepuluh detik di belakang pemimpin balapan adalah sesuatu yang luar biasa. Setiap orang bekerja dengan sangat keras dan saya mengucap terimakasih pada tim dan insinyur," tuntasnya

Gagal Menang, Lorenzo Salahkan Helm


Gagal Menang, Lorenzo Salahkan Helm  
 
Mirco Lazzari gp/Getty Images
Losail - Berduel hampir di sepanjang balapan untuk memperebutkan posisi terdepan, Jorge Lorenzo pada akhirnya finis di posisi empat. Masalah pada helm disebut Lorenzo menghambat lajunya.

Lorenzo langsung melonjak ke posisi dua saat MotoGP Qatar 2015 baru masuk putaran kedua. Dia kemudian merebut status pemimpin balapan dari Andrea Dovizioso pada lap kedua.

Setelah itu Lorenzo terlibat duel sengit dengan rider Ducati itu, di mana berulang kali keduanya saling susul. Namun saat balapan tinggal menyisakan empat putaran lagi Lorenzo yang ada di posisi kedua disusul Rossi. Kecepatan Lorenzo kemudian terlihat menurun, tak lama kemudian di merosot ke urutan empat setelah dibalap Andrea Iannone dan bertahan di urutan tersebut sampai menyentuh garis finis.

Dalam pernyataannya usai balapan, Lorenzo menyebut merosotnya kecepatan jelang laga tuntas adalah karena masalah pada helm.

"Saya merasa semakin baik dan semakin baik, tapi tiba-tiba ada yang salah dengan dua bagian helm karena dua busanya lepas dan jatuh sehingga saya kehilangan separuh pengelihatan saya," terang Lorenzo usai balapan.

"Saya tidak bisa melihat tikungan dengan baik dan saya tidak bisa berkonsentrasi atau membalap seperti sebelumnya dan saya kehilangan setengah detik per lap. Pada balapan di mana minimal saya bisa bertarung meraih kemenangan, saya finis di posisi empat," keluh Lorenzo di Crash.

Sebelum bermasalah dengan helmnya, Lorenzo mengaku Yamaha miliknya kesulitan bertarung dengan Ducati tunggangan Dovizioso. Namun juara dunia dua kali itu tetap yakin dirinya bisa mengalahkan rider Italia itu dan meraih kemenangan.

"Saya lebih cepat dan saya melewatinya di setiap kesempatan yang saya miliki di tikungan cepat. Di top speed dan pengereman Ducati lebih baik dibanding motor kami, tapi kami bisa kembali di tikungan saat akselerasinya sama. Jujur saja, saya pikir saya bisa memenangi balapan, meski itu tidak akan mudah karena Valentino punya kecepatan di akhir balapan," ucapnya lagi.

Lengannya Tak Kunjung Pulih, Pedrosa Mungkin Pertimbangkan Pensiun


Lengannya Tak Kunjung Pulih, Pedrosa Mungkin Pertimbangkan Pensiun

Lazuhardianto
Lengannya Tak Kunjung Pulih, Pedrosa Mungkin Pertimbangkan Pensiun Mirco Lazzari gp/Getty Images
Losail - Dani Pedrosa mulai menyerah dengan lengannya yang tak kunjung membaik. Merasa dirinya tidak mungkin terus membalap dengan kondisi tersebut, rider asal Spanyol itu mulai mempertimbangkan opsi meninggalkan MotoGP.

Pedrosa cuma bisa finis di posisi enam pada MotoGP Qatar yang dilangsungkan di Sirkuit Losail. Dia sebenarnya punya kans untuk menuntaskan balapan di urutan lima, namun dia kalah bersaing dengan Marc Marquez yang sukses merebut posisi tersebut meski sempat turun ke urutan 20 di awal balapan.

Dalam pernyataannya usai balapan, Pedrosa menyebut kalau penampilannya sangat terganggu dengan masalah pada lengannya. Kendala pada lengan Pedrosa muncul akibat operasi pemasangan arm pump di Mei 2014 lalu.

"Balapan malam ini tidak berjalan sesuai rencana dan sayangnya saya dapat masalah serius dengan lengan bawah, dan itu bukan merupakan berita bagus untuk saya. Saya sudah bekerja keras di musim dingin untuk mencari solusinya karena saya menderita di setiap balapan musim lalu," ungkap Pedrosa di Autosport.

"Setiap dokter merekomendasikan saya untuk tidak lagi melakukan operasi dan saya mencoba mencari alternatif, tapi kelihatannya tidak ada yang hasil positif didapat," lanjutnya.

Dalam satu dekade terakhir, Pedrosa jadi salah satu pebalap yang paling banyak mengalami kecelakaan. Karena kecelakaan-kecelakaan itulah dia juga sudah berkali-kali mengunjungi ruang operasi.

Dengan kondisi yang tak kunjung membaik dan prestasinya yang ikut terpengaruh, rider asal Spanyol berusia 29 tahun itu mulai mempertimbangkan opsi lain yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.

"Sekarang saya harus mempertimbangkan opsi-opsinya dan melihat apa yang bisa saya lakukan. Ini mungkin momen terberat dalam karier saya. Saya tidak bisa melanjutkan membalap dan tampil seperti ini. Saya akan melakukan yang terbaik mencari solusinya, tapi saat ini sulit untuk membayangkan apa yang akan terjadi," ucap Pedrosa.

Mulai terjun di MotoGP sejak 2006, Pedrosa dikenal sebagai spesialis pendamping runner up juara dunia. Di Honda dia 'menemani' Nicky Hayden, Casey Stooner dan Marc Marquez merebut gelar juara dunia. Dalam delapan musim tersebut Pedrosa cuma mengumpulkan 26 kemenangan dengan raihan terbaik jadi runner up juara dunia di tiga musim. (din/rin)

Finis di Posisi Lima, Marquez Ambil Sisi Positifnya


Finis di Posisi Lima, Marquez Ambil Sisi Positifnya
Lazuhardianto
Finis di Posisi Lima, Marquez Ambil Sisi Positifnya  
 
Getty Images Sport/Mirco Lazzari gp
Losail - Rider Honda, Marc Marquez, gagal naik podium di MotoGP Qatar setelah cuma finis di posisi lima. Mengakui kesalahannya, sang juara dunia cuma mau ambil sisi positif di seri pembuka ini.

Dalam balapan di sirkuit Losail, Senin (30/3/2015) dinihari WIB, Marquez sejatinya punya peluang bagus untuk naik podium karena start dari posisi tiga. Dia ada di belakang pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, yang start terdepan dan rekan setimnya, Dani Pedrosa, yang memulai balapan di urutan dua.

Namun kesalahan di awal balapan di mana Marquez melebar saat masuk tikungan pertama membuatnya langsung melorot ke posisi terakhir. Setelah tampil habis-habisan untuk memperbaiki posisi, pebalap 22 tahun itu akhirnya harus puas finis di posisi lima.

Bukan sebuah awal yang baik untuk Marquez dalam kampanyenya musim ini. Tapi dia bersyukur masih bisa mendapatkan 11 poin dari seri pertama ini dan menegaskan tekadnya untuk bangkit pada seri berikutnya di trek Austin, 12 April mendatang.

"Kami seharusnya merasa senang karena kami telah menyelamatkan 11 poin yang penting, ketika kami bisa saja meninggalkan sirkuit ini dengan tangan kosong. Ini adalah balapan yang sulit, di mana saya melakukan sebuah kesalahan di tikungan pertama dan melorot ke posisi terakhir," kata Marquez di situs resmi MotoGP.

"Itu artinya saya harus bangkit, bekerja keras sepanjang balapan. Tapi pada akhirnya saya mengetahui bahwa saya tidak bisa mengejar grup terdepan," sambungnya.

"Sisi positifnya yang bisa saya ambil hari ini adalah kami melaju di kecepatan yang sama dengan grup yang memimpin. Di Austin kami akan terus bekerja keras, dengan hasrat tampil baik yang lebih besar," tandas juara dua musim terakhir ini.

Balapan sendiri akhirnya dimenangi rider Yamaha, Valentino Rossi. Rossi mengungguli duo Ducati yang sekaligus rekan-rekan senegaranya, Dovizioso dan Andrea Iannone. (raw/fem)

Tuesday, March 17, 2015

Pirlo Absen Lawan Borussia Dortmund


Selasa, 17 Maret 2015 | 00:01 WIB
AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE Andrea Pirlo saat bertanding melawan Borussia Dortmund di Liga Champions.

Juventus kehilangan Andrea Pirlo saat melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions di markas Borussia Dortmund, Signal Iduna Park, Rabu (18/3/2015). Pasalnya, playmaker Si Nyonya Besar ini masih mengalami cedera.

Pirlo mengalami gangguan pada betis pada leg pertama di Turin, ketika Bianconeri menang 2-1 pada 25 Februari lalu. Sejak saat itu, pemain berusia 35 tahun tersebut tak pernah bermain, karena diharapkan dia bisa pulih dan ambil bagian dalam pertandingan yang krusial tersebut.

Akan tetapi, Pirlo tak bisa pulih total dalam waktu dua minggu ini. Klub pun memberikan konfirmasi bahwa mantan gelandang AC Milan itu tak bisa bermain ketika Juventus tandang ke markas wakil Jerman tersebut.

"Andrea Pirlo: hasil scan memperlihatkan evolusi yang bagus untuk penyembuhan, tetapi tak cukup untuk membuatnya ambil bagian dalam perjalanan ke Dortmund," demikian pernyataan klub melalui situs resminya.

"Karena itu, pemain tengah tersebut akan melanjutkan program rehablitasi."

Absennya Pirlo berarti Claudio Marchisio akan menjadi starter untuk mendampingi Arturo Vidal dan Paul Pogba di lini tengah juara Serie-A tersebut.

Dengan hasil 2-1 di Juventus Stadium pada leg pertama, Juventus harus berusaha mencuri gol sehingga melapangkan peluangnya menuju perempat final kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa ini. Jika tidak, mereka bisa saja tersingkir karena bagi Dortmund, hanya dengan kemenangan 1-0 sudah membawa mereka lolos lantaran unggul agresivitas gol tandang.

Lawan Monaco, Arsenal Tanpa Rosicky

 

Post By Lazuhardianto

AFP Gelandang Arsenal, Tomas Rosicky, seusai mencetak gol ke gawang Queens Park Rangers pada lanjutan Premier League di Stadion Emirates, Jumat (26/12/2014).
LONDON, - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengonfirmasi, Tomas Rosicky bakal absen saat menghadapi AS Monaco, pada leg kedua 16 besar Liga Champions, di Emirates Stadium, Selasa (17/3/2015).

Arsenal takluk 1-3 dari Monaco pada pertadingan leg pertama. Dengan hasil itu, Danny Welbeck dan kawan-kawan mau tidak mau harus menang dengan selisih minimal dua gol jika ingin lolos ke semifinal.

"Rosicky dan Alex Oxlade-Chamberlain tidak akan bermain (melawan Monaco)," ujar Wenger seperti dilansir The Guardian.

Rosicky dikabarkan mengalami sakit flu dan absen latihan bersama pada Senin (16/3/2015). Sementara itu, Oxlade-Chamberlain masih absen setelah mengalami cedera hamstring seusai menghadapi Manchester United di ajang Piala FA pada Senin (9/3/2015).

Wenger Waspadai Lapangan dan Cuaca di Monaco


EMMANUEL DUNAND / AFP Salah satu ekspresi pelatih Arsenal, Arsene Wenger, ketika menyaksikan pertandingan ketiga Grup D Liga Champions .

MONAKO,- Manajer Arsenal, Arsene Wenger, berharap timnya bisa menang dan mencoba tak memedulikan kondisi lapangan Stade Louis II saat bertanding melawan AS Monaco di laga kedua babak 16 besar Liga Champions. 
 
Arsenal dalam posisi sulit. Pasukan Wenger harus bisa mencetak tiga gol dan tak boleh kebobolan jika ingin lolos ke perempat final Liga Champions. Namun, Wenger tetap menaruh keyakinan timnya bisa melakukan itu. 
 
“Sepak bola tak bisa diprediksi. Namun, saya melihat ada antusiasme dan keyakinan yang tinggi. Segala hal bisa terjadi asal punya keyakinan itu,” ujar Wenger. 
 
“Saya tak masalah statistik melawan kami. Kami harus bisa menunjukkan segalanya untuk membuat statistik baru,” lanjut mantan pelatih Monaco itu. 
 
Salah satu hal yang bisa memengaruhi performa Arsenal adalah kondisi lapangan di Stade Louis II dan cuaca di sekitar Laut Mediterania. 
 
“Ada dua hal yang menjadi masalah ketika saya melatih di sini. Pertama adalah lapangan, tapi telah saya cek dalam kondisi bagus. Kedua adalah cuaca, hujan deras tengah mengguyur selatan Perancis. Namun untuk laga nanti, diprediksi tidak akan hujan,” beber Wenger.

Marquez: Persaingan Musim Ini Akan Ketat


Post By Lazuhardianto

CRASH.NET Pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, berpose di pit Sirkuit Losail, Qatar, pada hari ketiga uji coba pramusim, Senin (16/3/2015).

DOHA, - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku kecewa hari ketiga atau terakhir uji coba di Sirkuit Losail, Qatar, Senin (16/3/2015), batal digelar karena hujan. Tidak ada pebalap yang mendapat ijin turun ke lintasan dengan alasan keselamatan.

Pebalap Spanyol tersebut menutup sesi uji coba di Qatar dengan menjadi tercepat kedua secara keseluruhan berkat catatan 1 menit 55,091 detik yang didapat pada Minggu (15/3/2015). Dia tertinggal 0,184 detik dari Andrea Dovizioso (Ducati).

"Sayang sekali hari terakhir dibatalkan karena hujan, tetapi saya senang dengan persiapan kami untuk balapan pertama. Seiring waktu kami akan melihat bagaimana kami membalap di sirkuit lain, tetapi kami mendapatkan perningkatan dari persiapan sepanjang musim dingin," kata Marquez.

Seri pertama MotoGP 2015 akan berlangsung di Sirkuit Losail pada 26-29 Maret. Artinya, para pebalap hanya punya waktu kurang dari dua pekan untuk melakukan persiapan terakhir.

"Saya tidak sabar menunggu musim dimulai di Qatar dalam satu setengah minggu lagi. Menarik bahwa uji coba ini sangat dekat dengan balapan pertama yang akan membuat persaingan jadi lebih ketat. Seperti yang terlihat pada hasil uji coba selama dua hari (Sabtu, Minggu), jarak antar pebalap sangat kecil," lanjut pebalap 22 tahun tersebut.

Rekan satu tim Marquez, Dani Pedrosa, juga mengaku kecewa tidak bisa turun ke lintasan pada hari terakhir uji coba.

"Sayang sekali kami tidak bisa turun ke lintasan hari ini. Kami masih punya beberapa hal yang seharusnya diuji," kata Pedrosa. "Uji coba sudah berakhir dan kami akan langsung menjalani balapan pertama. Saya cemas dengan semakin dekatnya kejuaraan."

Pedrosa menjadi tercepat keenam pada uji coba hari kedua, Minggu.

Lorenzo Percaya Diri Jelang GP Qatar

Post By Lazuhardianto

CRASH.NET Pebalap Movistar Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo, memacu motornya pada sesi uji coba di Sirkuit Losail, Qatar, Sabtu (14/3/2015).

DOHA, - Sesi perdana MotoGP 2015 di Qatar sudah di depan mata. Pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, mengaku cukup percaya diri untuk menjalani seri perdana musim ini di Sirkuit Losail, 26-29 Maret.

Seperti pebalap lain, Lorenzo juga tidak bisa turun pada hari ketiga uji coba di Losail, Senin (16/3/2015), karena hujan deras yang turun sejak beberapa jam sebelum sesi tujuh jam tersebut dimulai. Lorenzo pun batal mencoba beberapa setting untuk YZR-M1.

"Kami tidak bisa membalap hari ini karena cuaca buruk di Losail. Hujan turun seharian dan karena hal tersebut kami tidak bisa menjalani uji coba hari terakhir," jelas Lorenzo.

"Ini disayangkan karena kami punya rencana untuk mencoba beberapa setting, tetapi ini dialami semua pebalap. Kami cukup percaya diri meskipun para pesaing banyak berkembang. Setelah (uji coba) di Sirkuit Sepang (Malaysia), saya mendapatkan feeling yang bagus, dan Qatar sedikit lebih sulit. Lintasan sangat licim, terutama pada hari pertama," lanjutnya.

Pada hari pertama, Sabtu (14/3/2015), Lorenzo hanya menjadi tercepat keenam. Lalu pada keesokan harinya, pemegang dua gelar juara dunia kelas premier tersebut menjadi tercepat keempat.

"Secara keseluruhan, pramusim kali ini berjalan bagus buat kami. Kami punya motor yang bagus, terutama dibandingkan musim lalu, dan kami mendapatkan sesuatu dengan memakai gearbox baru," kata pebalap Spanyol tersebut.

Lorenzo mengaku masih berharap bisa mendapatkan cengkeraman lebih, terutama pada ban belakang. Meski begitu, dia mengaku sudah siap untuk kembali lagi ke Qatar dan menjalani musim ini.

Ducati dalam Tren Positif Jelang Seri Pembuka MotoGP 2015

CRASH.NET Dua pebalap Ducati asal Italia, Andrea Iannone (depan) dan Andrea Dovizioso, memacu motor mereka pada uji coba di Sirkuit Losail Qatar, Sabtu (14/3/2015).

DOHA,Post By Lazuhardianto  - Meski tak bisa turun pada hari ketiga uji coba di Sirkuit Losail, Qatar, Senin (16/3/2015), karena hujan, dua pebalap Ducati mengaku puas. Dengan Desmosedici GP15, mereka menguasai dua hari pertama uji coba.

Pada hari pertama, Sabtu, Andrea Iannone berhasil menjadi yang tercepat, disusul Andrea Dovizioso di urutan kedua. Besoknya, Dovizioso menjadi yang tercepat dan merupakan satu-satunya pebalap yang berhasil mencatat waktu di bawah 1 menit 55 detik. Iannone menjadi tercepat ketiga.

"Kami sangat puas dengan hasil pada dua hari pertama uji coba di Qatar karena kami selalu sangat cepat baik dengan ban lama atau baru," kata Dovizioso. "Sayang bahwa hari ini kami tidak bisa turun ke lintasan karena masih ada beberapa hal yang harus dicoba."

"Kami menjadwalkan untuk menyelesaikan beberapa program spesifik untuk meningkatkan beberapa hal, tetapi hujan membuat semua pebalap tidak bisa turun ke lintasan," tambah Iannone. "Saya optimistis untuk menjalani balapan dan tidak sabar kembali ke lintasan ini dalam 10 hari."

Seri perdana MotoGP 2015 akan berlangsung di Losail pada 26-29 Maret. Meski meraih hasil bagus pada uji coba di Qatar, General Manager Ducati Gigi Dall'Igna mengaku masih ada beberapa hal yang harus diuji.

"Desmosedici GP15 merupakan motor baru, jadi hari ketiga seharusnya akan sangat penting bagi kami. Namun, kami senang dengan hasil dari dua hari pertama uji coba dan ketahanan motor," kata pria Italia tersebut.

Selama dua hari uji coba di Qatar, GP15 turun dengan memakai ban keras. Ducati, seperti Suzuki dan Aprilia, punya keuntungan bisa memakai ban lebih lunak.

Rossi: Ini Akan Jadi Musim yang Bagus

CRASH.NET Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, memacu motornya pada sesi uji coba di Sirkuit Losail, Qatar, Sabtu (14/3/2015).

DOHA, - Seperti pebalap yang lain, Valentino Rossi juga kecewa tidak bisa turun pada hari ketiga atau terakhir uji coba di Sirkuit Losail, Qatar, Senin (16/3/2015). Meski begitu, pebalap Italia tersebut mengaku siap menjalani musim Grand Prix ke-20-nya yang akan dimulai di sirkuit yang sama, 26-29 Maret.

"Sangat disayangkan kami tidak bisa turun ke lintasan," kata Rossi. "Hari ini sangat penting untuk memperbaiki beberapa hal dan meningkatkan kinerja motor sebelum musim berjalan. Sayangnya, hujan membuat kami tidak bisa menjalani uji coba."

Dari tiga kali uji coba, dua kali di Sirikuit Sepang (Malaysia) dan sekali di Losail, Rossi berada di urutan keempat, kelima, dan kelima terepat. Pebalap tertua di persaingan MotoGP 2015 tersebut kini siap berburu gelar juara dunia ke-10-nya.

"Uji coba pramusin berjalan baik. Motor lebih baik dibanding tahun lalu dan ini merupakan hal yang paling penting. Ini akan jadi musim yang bagus," kata pebalap 36 tahun tersebut.

"Akan ada banyak pebalap yang cepat dan persaingan akan ketat. Untuk bisa bertahan di depan kami harus 100%. Gearbox baru membantu kami, berfungsi dengan baik, dan sangat membantu saat pengereman. Ini memang bukan keuntungan besar, tetapi jelas merupakan keuntungan," lanjutnya.

Pada MotoGP 2014, Rossi menutup musim dengan berada di urutan kedua di bawah Marc Marquez. Rossi memenangi dua balapan, di San Marino dan Australia.

"Saya sangat ingin memulai musim ini. Semua pebalap sangat senang. Kami tidak sabar untuk memulai kejuaraan. Tinggal beberapa hari dan saya katakan, kami sudah siap!" tegas Rossi.

Hamilton Bantah Lecehkan Schwarzenegger


Lewis Hamilton dan Arnold Scwarzenegger,

MELBOURNE, Juara dunia F1, Lewis Hamilton, mengaku kaget saat bertemu dengan aktor Arnold Schwarzenegger di podium GP Australia pada pekan lalu.
Hamilton memenangi lomba pembuka musim balap 2015 yang berlangsung di sirkuit Albert Park, Minggu (15/3/2015). Ini merupakan gelar ke-34 dalam kariernya. Dengan penampilan seperti ini, Hamilton berpeluang merebut gelar juara untuk ketiga kalinya, menyamai para pendahulunya, seperti Ayrton Senna, Niki Lauda, dan Sir Jackie Stewart.

Saat melihat Schwarzenegger di podium, Hamilton langsung menyambut. "Hey Bung... wow. Bisa menang lagi sudah luar biasa, ini bisa bertemu dengan Anda di sini," kata Hamilton yang mengaku dirinya adalah penggemar berat film-film Schwarzenegger.

Namun, Hamilton kemudian mengucapkan sesuatu yang kemudian dipersoalkan oleh media. "Saya kira Anda lebih tinggi dari yang saya lihat..." Schwarzenegger langsung membalas, "Lho, saya kan tidak pakai sepatu high heels saya."

Hamilton kemudian menjelaskan kata-katanya. Ia membantah telah melecehkan bintang asal Austria tersebut. "Saya tidak ingat apa yang saya katakan. Saya harap tidak dianggap menghina. Saya bukan bermaksud mengatakan bahwa ia pendek, tetapi jujur saja saya pikir dia itu lebih tinggi dari yang saya lihat."
"Saya ingin mengajak dia minum dan bersulang bersama seusai acara ini," kata Hamilton lagi. "Saya kagum kepada dia dan merupakan penggemar berat dia."

Mantan Gubernur California memang itu bertugas mewawancarai Hamilton seusai kemenangannya. Pada akhir wawancara, Hamilton dan Schwarzenegger bersama mengucapkan kalimat terkenal milik aktor laga tersebut, "I'll be back..." dengan kata "back" diucapkan "bakk"..

Thursday, March 12, 2015

Jerome Boateng: Bayern Munich Maksimalkan Keunggulan Pemai



Jerome Boateng: Bayern Munich Maksimalkan Keunggulan Pemain



GOALOLEH    LAZUHARDIANTO    Ikuti di twitter

Bek Bayern Munich Jerome Boateng menyebut timnya sukses memaksimalkan keunggulan jumlah pemain dalam kemenangan 7-0 atas Shakhtar Donetsk di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3) dini hari WIB.

Bermain di Allianz Arena, Bayern yang ditahan imbang 0-0 di Ukraina mampu unggul cepat di menit keempat lewat lesakan Thomas Muller dari titik putih setelah sebelumnya terjadi pelanggaran yang berbuah kartu merah untuk bek lawan, Olexandr Kucher.

Tim Bavaria menutup babak pertama dengan keunggulan dua bola setelah Boateng menjebol gawang Andriy Pyatov di menit ke-34, dan anak asuh Pep Guardiola menambah lima gol di paruh kedua lewat kreasi Franck Ribery, Muller, Holger Badstuber, Robert Lewandowski dan Mario Gotze.

Terkait kemenangan timnya, Boateng berkata: “Sejak awal kami berkonsentrasi, agresif dan kemudian kami memimpin dengan cepat,” ujarnya usai pertandingan. “Kartu merah tersebut merupakan keuntungan, dan kami sukses memaksimalkannya,” tutupnya.

Berkat kemenangan ini, Bayern memastikan diri lolos ke babak perempat-final.

Thomas Muller: Bayern Munich Pantas Lolos


Thomas Muller: Bayern Munich Pantas Lolos!



GOALOLEH    LAZUHARDIANTO     Ikuti di twitter

Penyerang Bayern Munich Thomas Muller menyambut gembira kelolosan timnya ke perempat-final Liga Champions usai mengeliminasi Shakhtar Donetsk di babak 16 besar. Dalam keterangannya, pemain internasional Jerman itu menyebut timnya pantas lolos setelah unggul agregat 7-0 atas wakil Ukraina tersebut.

Bermain di Allianz Arena, Bayern yang ditahan imbang 0-0 di leg pertama mampu unggul cepat di menit keempat lewat lesakan Muller dari titik putih setelah sebelumnya terjadi pelanggaran yang berbuah kartu merah untuk bek lawan, Olexandr Kucher.

Tim Bavaria menutup babak pertama dengan keunggulan dua bola setelah Jerome Boateng menjebol gawang Andriy Pyatov di menit ke-34, dan anak asuh Pep Guardiola menambah lima gol di paruh kedua lewat kreasi Franck Ribery, Muller, Holger Badstuber, Robert Lewandowski dan Mario Gotze.

Seusai laga, pemain 25 tahun itu berkata: “Kami mencetak gol dengan cepat dan kemudian lawan kami bermain dengan sepuluh pemain,” ujarnya kepada laman resmi UEFA. “Kami memainkan bola dengan baik dan memanfaatkan celah yang kami miliki. Kami memiliki kombinasi yang hebat di lini depan dan menuntaskan kesempatan mencetak gol yang kami miliki. Itulah mengapa kami pantas lolos, meski 100 persen tidak ada kenikmatan di sana, namun itu oke bagi kami.

Muller menambahkan bahwa ia tak sabar untuk membawa Bayern bertarung di babak delapan besar. Dalam keterangan tambahan, ia menuturkan: “Kami tahu kami adalah favorit, meski kami tahu tidak akan ada yang memberi kami hadiah. Kami tak sabar untuk menghadapi putaran berikutnya dan kami senang bisa melewati rintangan ini, jadi mari lihat apa yang akan menanti kita di depan.”

Setelah ini, Bayern harus mengalihkan fokus ke ajang lokal dengan bertandang ke markas Werder Bremen dalam lanjutan Bundesliga pekan ke-25.

Thiago Silva Puji Kekuatan Mental Paris Saint-Germain



Thiago Silva Puji Kekuatan Mental Paris Saint-Germain



GOALOLEH    LAZUHARDIANTO     Ikuti di twitter

Kapten Paris Saint-Germain Thiago Silva yakin kekuatan mental tim membantu dalam meraih hasil bagus kontra Chelsea di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis (12/3) dinihari WIB. Meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak pertengahan babak pertama akibat kartu merah Zlatan Ibrahimovic, PSG mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 2-2 melalui babak perpanjangan waktu. Dengan hasil ini, klub Ligue 1 Prancis itu berhak melaju ke putaran berikutnya dengan keunggulan agregat gol tandang 3-3.
Gol penyeimbang sekaligus penentu keberhasilan lolosnya PSG itu dicetak Silva melalui sundulan kepala.
"Selamat untuk semua orang di dalam tim. Dalam kedudukan 11 lawan 11, terasa sulit, tapi dengan hanya 10 pemain menjadi lebih sulit lagi," ujar Silva kepada Bein Sport.
"Kami bermain sangat bagus dan kami sangat kuat. Kami punya pemain-pemain berkualitas yang bisa melukai lawan, tapi kami meraih [kemenangan] ini dengan kekuatan mental juga."

Gregory Van Der Wiel: Laga Chelsea & PSG, Gila


Gregory Van Der Wiel: Laga Chelsea & PSG, Gila!



GOALOLEH   LAZUHARDIANTO   Ikuti di twitter
Pemain Paris Saint-Germain Gregory van der Wiel melabeli laga antara timnya dengan Chelsea pada pertandingan leg kedua babak 16 Besar Liga Champions dini hari tadi (12/3) sebagai pertandingan yang gila.
Seperti yang diketahui, PSG berhasil menyingkirkan The Blues setelah bermain imbang 2-2 di Stamford Bridge, meski sempat dua kali tertinggal terlebih dahulu sebelum gol-gol dari David Luiz dan Thiago Silva menyelamatkan tim Paris tersebut.
"Hari ini begitu gila. Chelsea tidak dapat menuntaskan pertandingan. Mereka memiliki tim tangguh untuk bertahan dan bermain mengandalkan serangan balik. Mereka tidak dapat mengambil keuntungan memiliki pemain lebih banyak, begitulah kami bertahan di pertandingan," ujar Van der Wiel kepada NOS.
Pemain yang dimasukkan pada babak tambahan tersebut juga mengomentari kartu merah yang didapatkan oleh Zlatan Ibrahimovic dan ia merasa tidak sepakat dengan keputusan wasit.
"Saya tidak berpikir itu kartu merah. Mereka berdua melakukan tekel. Itu tidak begitu buruk. Dia mengenainya, tetapi dia tidak berniat melukainya," pungkasnya.

Wayne Rooney Kecewa Disingkirkan Arsenal



Wayne Rooney Kecewa Disingkirkan Arsenal



GOALOLEH    LAZUHARDIANTO    Ikuti di twitter

Penyerang Manchester United Wayne Rooney tak dapat menutupi rasa kecewanya setelah timnya dikalahkan Arsenal 2-1 di babak perempat-final Piala FA yang mengambil tempat di Old Trafford, Selasa (10/3) dini hari WIB.

Tim tamu memimpin terlebih dahulu melalui sontekan Nacho Monreal di menit ke-26 namun sundulan kepala Rooney tiga menit setelahnya membuat babak pertama ditutup dengan skor sama kuat 1-1.

Mantan pemain Setan Merah, Danny Welbeck, pada akhirnya menjadi pahlawan kemenangan The Gunners berkat golnya di menit ke-62 memanfaatkan kesalahan backpass Antonio Valencia dan United semakin terpuruk setelah Angel di Maria mendapat pengusiran dari wasit jelang bubaran.

“Kami sudah pasti kecewa,” ujar Rooney kepada MUTV. “Memasuki jeda setelah berhasil menyamakan kedudukan, kami merasa bahwa kami menciptakan cukup banyak peluang untuk memenangkan pertandingan ini, namun tidak demikian adanya.

“Kebobolan gol kedua seperti itu di babak kedua membuat kami harus selalu berusaha mengejar ketertinggalan; mereka membuatnya sulit untuk kita dan mereka bertahan dengan baik.

“Ini pertandingan yang ketat, jalan akhirnya bisa saja berbeda. Kesalahan memang terjadi, namun itu tidak bagus ketika memasuki akhir yang mana membuat kita kebobolan. Kekalahan ini sulit diterima, namun kami harus berintrospeksi dan bersiap untuk hari Minggu [melawan Tottenham Hotspur].”

Zlatan Ibrahimovic: Pemain Chelsea Seperti Bayi



Zlatan Ibrahimovic: Pemain Chelsea Seperti Bayi



GOALOLEH   LAZUHARDFIANTO  Ikuti di twitter
Striker Paris Saint-Germain Zlatan Ibrahimovic menyebut pemain-pemain Chelsea seperti bayi ketika kedua tim berhadapan pada laga leg kedua babak 16 Besar Liga Champions dini hari tadi (12/3).
Seperti yang diketahui, Ibrahimovic mendapatkan kartu merah secara kontroversial pada laga tersebut setelah tekelnya bertabrakan dengan Oscar di babak pertama.
"Ketika saya melihat kartu merah, saya seperti 'orang ini tidak tahu apa yang dia lakukan' atau mungkin dia melihat hal yang lain," ujar Ibrahimovic.
"Yang paling buruk adalah apa yang saya lihat ketika saya mendapat kartu merah, semua pemain Chelsea datang mengerubungi. Ini seperti saya memiliki 11 bayi di sekeliling saya.
"Saya tidak tahu apakah dia [Oscar] berakting setelah itu atau saya mengenainya. Itu tidak masalah. Kami memenangkan pertandingan dan lolos jadi kita akan melihat apa yang terjadi.
"Ini performa yang luar biasa karena kami bermain dengan kurang satu pemain. Bahkan di babak tambahan, jadi mereka semua harus mendapatkan apresiasi sebanyak yang mereka bisa. Mereka bermain dengan hati besar. Kami menunjukkan kualitas dan kebesaran hati."

Jose Mourinho: Taktik Paris Saint-Germain Tidak Diterima Di Ing




GOALOLEH    LAZUHARDIANTO     Ikuti di twitter

Manajer Chelsea Jose Mourinho menyatakan, Paris Saint-Germain bermain cerdik saat menyingkirkan The Blues di babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis (12/3) dinihari WIB. Meski sempat bermain dengan sepuluh pemain setelah Zlatan Ibrahimovic mendapat kartu merah di babak pertama, PSG mampu menahan imbang sang tuan rumah 2-2 melalui babak perpanjangan waktu. Dengan hasil ini, mereka berhak lolos ke perempat-final dengan keunggulan agregat gol tandang 3-3.
Mourinho mengkritik taktik permainan PSG di leg pertama yang disebutnya "agresif." Pelatih asal Portugal itu merasa sang rival mengulangi taktik yang sama di leg kedua ini. Secara terbuka, The Special One menyebut taktik seperti itu tidak diterima di Inggris.
"Mereka melakukan hal yang sama," ujar Mourinho kepada Sky Sports.
"Mereka tampil agresif dengan cara yang sama. Mereka adalah, apa yang biasa kami sebut, cerdik. Di Inggris, itu tidak bisa diterima sebagai taktik yang cerdik, cerdas, dan berpengalaman."
"Contohnya, setelah gol kedua, tidak ada waktu permainan lebih. Mereka membuang waktu dengan selebrasi, pura-pura cedera, melakukan pergantian yang sebenarnya tidak ada gunanya. Mereka menghentikan permainan dengan tujuan agar kami tidak menang dengan keunggulan 1-0 di lima menit sisa. Jadi, saya rasa ini adalah keindahan sepakbola Inggris, tapi ketika kami tampil di sepakbola kontinental, tim-tim lain lebih siap dengan kekuatan mental untuk bisa mengatasi [pertandingan]. Ini adalah bagian besar dalam sebuah pertandingan."
Chelsea sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan keunggulan setelah Eden Hazard mencetak gol lewat titik putih, namun Thiago Silva kemudian menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-114.
"Tentu, kami memiliki pertandingan yang ada dalam genggaman kami dua kali, tapi saya rasa tim lawan lebih kuat ketimbang kami," ujar Mourinho lagi.
"Mereka tampil lebih baik dari kami dalam mengatasi tekanan. Saya pikir dengan mereka bermain sepuluh pemain, kami mendapat tekanan lebih untuk memenangkan pertandingan."