Real Madrid begitu berjaya sebelum jeda musim dingin, pun dengan lini depan mereka yang menjadi teror setiap lini belakang lawan. Rangkaian 22 kemenangan konsekutif turut membawa Los Blancos menyabet trofi Piala Dunia Antarklub. Tapi, situasi berkebalikan terjadi usai pergantian tahun. Trio BBC yang diagungkan Madridistas mengalami penurunan. Setelah disebut sebagai barisan penyerang paling menakutkan yang membawa Los Galacticos juara Liga Champions musim lalu, tridente Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo tak kelihatan kemilaunya di tahun ini.
Selain sanksi dua pertandingan yang dijalani CR7 atas agresi yang dilakukannya di Cordoba akhir Januari silam, trio ini tetap menempati starter di semua pertandingan Madrid setelah libur musim dingin. Sayang, hasilnya jauh dari harapan baik untuk pemain sendiri maupun tim - dan kekalahan di Athletic Bilbao akhir pekan kemarin menjadi bukti terkini kemerosotan Madrid.
Performa Bale angin-anginan dalam beberapa pekan terakhir, membuat keputusan salah dan membuang sejumlah peluang emas di depan gawang, bahkan bintang Wales dipandang sebagai pemain egois dan beberapa kali menjadi target ejekan suporter sendiri. Sementara Benzema, tampak kelelahan sehingga gagal memamerkan performa terbaik?
Bagaimana dengan Ronaldo, pemain yang begitu subur di awal musim? Pengoleksi tiga Ballon d’Or ini juga tak mampu menjawab ekspektasi fans lantaran gagal membuat dampak besar di pertandingan.
Hasil negatif di Bilbao bukan hal baru memang, ketiganya juga tampil mengecewakan sepekan sebelumnya saat ditahan 1-1 oleh Villarreal di rumah sendiri. Satu-satunya gol tercipta melalui penalti Ronaldo. Jadi, ini dua kali beruntun Madrid gagal mencetak gol melalui permainan terbuka - dan jelas ini bukan sesuatu yang diharapkan dari sebuah tim yang tengah mengejar titel tertinggi di Negeri Matador.
Yang lebih mengecewakan, kekalahan Madrid kemudian diikuti dengan kemenangan telak Barcelona atas Rayo Vallecano sehari setelahnya, di mana Lionel Messi menorehkan hat-trick ke-24 di La Liga dalam laga yang berakhir 6-1. Dengan demikian, The Catalans tidak hanya mengkudeta Madrid di puncak klasemen tapi, Messi juga kini menyamai perolehan gol Ronaldo dalam daftar El Pichichi dengan 30 gol. Padahal pada November tahun lalu, Messi baru mengoleksi tujuh di Liga, kalah jauh dari Ronaldo yang sudah menorehkan 20 gol.
Lalu siapa yang harus disalahkan? Meski tanpa pemain kunci seperti Luka Modric dan James Rodriguez di lini tengah, skuat polesan Carlo Ancelotti seharusnya masih bisa memenangkan laga ini.
Sepanjang 2015, Bale cuma mengoleksi tiga gol dalam 14 pertandingan bahkan terakhir kali menjebol gawang lawan saat mengeksekusi penalti di Cordoba pada 24 Januari. Sementara Benzema memiliki lima untuk jumlah laga yang sama, dan terakhir Ronaldo tujuh kali menuliskan nama di papan skor dari 12 penampilan tahun ini - sangat jauh dibanding yang dia tunjukkan sebelum libur musim dingin.
“Membingungkan apa yang kami lakukan [dalam menyerang]. Kami bermain terlalu lambat dan buruknya sirkulasi bola berarti tidak ada ruang untuk penyerang,” tutur mantan pembesut AC Milan dan Chelsea.
“Ini bukan masalah individu. Mereka tidak memiliki laga bagus, tapi ini bukan kesalahan tiga pemain. Semua pemain bertanggung jawab untuk cara kami menyerang,” demikian pembelaan Ancelotti mengenai buruknya performa trio BBC.
Dengan kedalaman skuat mumpuni, Ancelotti sebetulnya memiliki banyak opsi andai pemain utama tidak tampil sesuai harapan. Tapi, bos Madrid dianggap terlambat melakukan perubahan dalam pertandingan akhir pekan kemarin. Jese masuk menggantikan Asier Illaramendi yang bermain tidak efektif saat pertandingan sudah berjalan 71 menit, dan winger muda gagal menampilkan performa meyakinkan seperti yang pernah ditunjukkan sebelum mengalami cedera serius musim lalu dan pemain pengganti yang lain, Chicharito, urung menjadi pahlawan usai menggantikan Benzema di sisa sepuluh menit.
Bale dan Ronaldo tetap di lapangan hingga laga usai, dengan sang winger nyaris mengamankan satu angka buat Los Blancos melalui sepakan jarak jauh yang membentur mistar. Melihat situasi ini, Ancelotti tampaknya perlu mengubah susunan pemain depan untuk dua alasan.
Pertama, memberikan waktu istirahat buat trio BBC dan kedua memotivasi mereka seperti yang dilakukan Luis Enrique di Barcelona, yang kadang mencadangkan Luis SUarez, Neymar bahkan Lionel Messi.
Mengistirahatkan pemain bintang mungkin akan menimbulkan kontroversi, tapi arsitek berpaspor Italia harus menempatkan tim di atas individu dan menunjukkan dia memiliki keberanian demi keuntungan kolektif karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kampanye Madrid akan mengecewakan.Trio BBC alami kesulitan mencetak gol dan Madrid kehilangan posisi puncak. Inikah sinyal Ancelotti perlu melakukan perubahan?

0 comments:
Post a Comment