Alonso Bodoh Pindah ke McLaren
Keputusan Alonso pindah ke McLaren, dipertanyakan Hamilton (Foto: Reuters)
SELANGOR – Sebastian Vettel memberikan kemenangan perdananya untuk Scuderia Ferrari di Formula One (F1) seri Malaysia akhir pekan lalu. Nasib berbeda justru dialami eks pembalap Ferrari, Fernando Alonso yang pindah ke McLaren.
Alonso pindah ke McLaren dengan harapan mendapatkan mobil yang kompetitif untuk bertarung memperebutkan titel. Namun mobil MP4-30 McLaren yang menggunakan mesin Honda, justru belum berasimilasi dengan baik dan sulit tampil kompetitif.
Pembalap sekaligus juara bertahan Mercedes, Lewis Hamilton pun heran mengapa Alonso pindah ke McLaren. Padahal Ferrari bisa tampil kompetitif musim ini. Vettel jelas membuat keputusan baik pindah dari Red Bull ke Ferrari.
“Saya duduk di samping Sebastian dan saya berpikir kepada diri saya sendiri “apa yang Fernando pikirkan?” saya ingat ketika saya meninggalkan McLaren, dan bergabung dengan Mercedes, kami lebih baik tahun berikutnya,” tutur Hamilton di Crash, Kamis (2/4/2015).
“Lagipula, saya punya feeling yang bagus. Tapi dia (Alonso) justru hampir melakukan yang sebaliknya dari apa yang saya lakukan. Bisa saja dia pemenangnya (bersama Ferrari). Aneh bagaimana keadaan berbalik,” sambungnya.
Alonso pindah ke McLaren dengan harapan mendapatkan mobil yang kompetitif untuk bertarung memperebutkan titel. Namun mobil MP4-30 McLaren yang menggunakan mesin Honda, justru belum berasimilasi dengan baik dan sulit tampil kompetitif.
Pembalap sekaligus juara bertahan Mercedes, Lewis Hamilton pun heran mengapa Alonso pindah ke McLaren. Padahal Ferrari bisa tampil kompetitif musim ini. Vettel jelas membuat keputusan baik pindah dari Red Bull ke Ferrari.
“Saya duduk di samping Sebastian dan saya berpikir kepada diri saya sendiri “apa yang Fernando pikirkan?” saya ingat ketika saya meninggalkan McLaren, dan bergabung dengan Mercedes, kami lebih baik tahun berikutnya,” tutur Hamilton di Crash, Kamis (2/4/2015).
“Lagipula, saya punya feeling yang bagus. Tapi dia (Alonso) justru hampir melakukan yang sebaliknya dari apa yang saya lakukan. Bisa saja dia pemenangnya (bersama Ferrari). Aneh bagaimana keadaan berbalik,” sambungnya.

0 comments:
Post a Comment